9des-9jan :: ‘Ruang Perempuan’ di Galeri Oktagon Jakarta

poster_ruang_perempuan

PAMERAN
9 Desember 2008 – 9 Januari 2009 di Galeri Oktagon, Jl. Gunung Sahari Raya No. 50A, Jakarta Pusat.
DISKUSI
“Perempuan dan Fotografi“

13 Desember 2008, pukul 14:00 WIB di Galeri Oktagon, Jl. Gunung Sahari Raya No. 50A, Jakarta Pusat.
“Temu Perupa“

9 Januari 2009, pukul 14:00 WIB di Galeri Oktagon, Jl. Gunung Sahari Raya No. 50A, Jakarta Pusat.
Pameran ini merupakan salah satu kegiatan pendukung Arena – Jakarta Biennale 2009 dan sangat terbuka bagi fotografer perempuan untuk berpartisipasi dengan membuat karya fotografi dengan tema ‘Ruang Perempuan’. Sebuah pendekatan terhadap keragaman kenyataan ruang perempuan dan pertemuannya dengan ruang-ruang lain dalam konteks luas (personal, ekonomi, politik, sosial, budaya) yang diharapkan dapat ditangkap, diungkap, dipertanyakan, diekspresikan secara khusus melalui mata fotografer perempuan. Sangat terbuka bagi pendekatan terhadap tema dengan cara yang beragam; portrait, essay, picture story, atau sajian seni-konseptual dll.

Peserta dipilih melalui seleksi yang dilakukan oleh tim kurator (Firman Ichsan, Oscar Motuloh, Paul Kadarisman, Maria Lasakajaya dan Irma Chantily). Peserta yang tepilih akan mengikuti tutorial melalui e-mail bersama Paul Kadarisman.

Berawal dari sebuah pameran tujuh fotografer perempuan Indonesia pada tahun 2003 yang kemudian diikuti oleh pameran “Mata Perempuan, Seharusnya” pada bulan Mei 2007 dengan 13 peserta. Pameran fokus pada bahasan pandangan para perempuan tentang kehidupan mereka melalui fotografi. Dari kedua pameran tersebut kemudian berkembang ide untuk membuat workshop, pertemuan-pertemuan, dan pameran “Mata Perempuan” selanjutnya yang bisa diikuti oleh lebih banyak lagi fotografer perempuan.? Akhirnya, nama “Mata Perempuan” digunakan sebagai nama kelompok fotografer perempuan yang pernah berpartisipasi dalam pameran tersebut.

ARENA Jakarta Biennale 2009 Selama ini pembangunan ruang kota lebih terfokus pada aspek ekonomi dan fisik, yang mengesampingkan aspek sosial dan individual. Individu di dalam struktur kota lebih dipandang sebagai objek dari sebuah sistem. Dengan berbagai kelemahan sistem kota, individu dalam masyarakat kini berada dalam berbagai arena untuk memperebutkan ruang, baik ruang ekonomi budaya, privat-publik, maupun fisik. Peran individu berkembang menjadi subjek yang secara langsung mempengaruhi area menjadi sebuah arena.

Jakarta Biennale 2009 sebagai sebuah perhelatan besar seni rupa, akan menjadi sebuah upaya menjadikan kesenian sebagai sebuah strategi perubahan yang melibatkan subjek kota dimana gagasan kreatif reflektif dan kritis dapat membuka ruang-ruang baru yang lebih inspiratif, partisipatif dan toleran di arena kota.

ARENA – Jakarta Biennale 2009 merupakan sebuah rangkaian kegiatan panjang yang terbagi dalam :

Zona Pemahaman (Oktober-Desember 2008) Memperkenalkan kembali apa yang dimaksud dengan Arena. Diawali dengan rangkaian pameran serta kegiatan sederhana, mengajak masyarakat luas untuk menyadari apa yang tengah terjadi dalam ruang kota.

Zona Pertarungan (Januari 2009)
Rangkaian kegiatan project di ruang publik dan lokakarya yang akan melibatkan beberapa seniman (perorangan dan kelompok) dan praktisi lintas disiplin untuk melihat kembali konteks ruang kota Jakarta terkini dan menciptakan ruang-ruang gagasan baru untuk publik serta yang mempengaruhi perkembangannya seperti; teknologi, ekonomi, politik, sejarah, dan publik.

Zona Cair (Februari 2009)
Kurator Agung Hujatnikajennong menghadirkan dua pendekatan pada pameran Zona Cair, yaitu Traffic (Perlintasan) dan On the Map (Pada Peta). Melalui section ‘Pada Peta’, akan tampil para perupa muda Asia Tenggara yang reputasinya telah diakui baik secara nasional maupun internasional. Karya-karya yang ditampilkan merupakan representasi dari berbagai problem masyarakat kontemporer Asia Tenggara khususnya permasalahan kota, identitas, wilayah geopolitik dan ruang gerak. Sementara pada section ‘Perlintasan’, akan tampil seniman internasional yang pernah melalukan residensi atau lawatan ke wilayah Asia Tenggara dan karya-karyanya merepresentasikan pandangan-pandangan yang spesifik tentang masyarakat dan budaya di Asia Tenggara.

Pada dasarnya pameran ini hendak mengingatkan kita agar berpikir kritis dan kreatif, dan lebih jauh lagi, sebagai suatu peringatan sekaligus kemungkinan jawaban dari permasalahan yang ada.

Telepon Galeri Oktagon >> (021) 420 4545

sumber >> http://www.dkj.or.id

  1. 03-17apr :: Pameran Seni Rupa ‘10 Perupa Perempuan’, Jakarta
    Memperingati Hari Perempuan Sedunia (Women’s International Day) 8 Maret serta Hari Kartini 21 April, Komunitas Salihara menyelenggarakan beberapa acara seputar perempuan. Diawali dengan pementasan teater-tari Gathik...
  2. 21-28mar :: ‘Femme’ Pameran Hasil Workshop Pemberdayaan Perempuan Di Lingkar Narkotika
    Yayasan STIGMA dan RURU Gallery menampilkan: FEMME Pameran hasil workshop pemberdayaan perempuan di lingkar Narkotika. Pembukaan: Jumat, 20 Maret 2009 jam 19.00 Dimeriahkan dengan monolog oleh...
  3. 21mar-03apr :: ‘Eksodus Binatang’ Karya Wiradana, Yogyakarta
    Banyak cara yang bisa digunakan cara untuk mengungkapkan persoalan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh I Made Wiradana dengan melukis binatang. Dalam pameran bertajuk “Eksodus Binatang”,...
  4. 12mei :: ScreenDocs! Pemutaran Film Dok + Diskusi Musik, Jakarta
    In-Docs mengundang anda menghadiri Pemutaran Film Dokumenter dan Diskusi Tentang Musik screenDocs! Regular 2009 screenDocs! Regular adalah pemutaran film dokumenter dan diskusi 2 bulanan yang diadakan...
  5. 04-12des :: 11th Jakarta International Film Festival, Jakarta
    Festival berlangsung mulai tanggal 4 sampai 12 Desember 2009, hanya di Blitz Megaplex, Grand Indonesia. Sudah ada 10 kali penyelenggaraan JIFFest, dan kami ingin bertanya:...
  6. 07apr :: Screendocs! >> Pemutaran Film Dokumenter + Diskusi Tentang Demokrasi, Jakarta
    screenDocs! Regular Pemutaran Film Dokumenter dan Diskusi Demokrasi, sebuah kata yang saat ini seakan sudah menjadi begitu sakral. Sebenarnya, kenapa sih kita perlu menerapkan demokrasi? Begitu...
  7. 01-31mar :: Bulan Film Nasional ‘Sejarah Adalah Sekarang’, Jakarta
    Menyambut Hari Film Nasional yang diperingati setiap 30 Maret, Kineforum Dewan Kesenian Jakarta akan menggelar pesta nonton film gratis di bioskop selama satu bulan penuh. Selain...
  8. 28mar :: 150 Pantomim Muda Tampil di Taman Menteng, Jakarta
    Sekitar 150 pantomim muda Jakarta akan mempertunjukkan kebolehan mereka di Taman Menteng, Sabtu, 28 Maret 2009. Acara yang digelar oleh Pusat Kebudayaan Prancis Jakarta ini mengundang...

Comments are closed